film layar lebar My Stupid Boss, diproduksi Falcon Pictures bersama sutradara Upi yang juga menulis skenarionya. Setiap tokoh yang ditampilkan pun dirancang dengan tampilan dan karakteristik yang khas, khususnya dari dua tokoh utamanya, Bossman (Reza Rahadian) dan kepala administrasi alias kepala kerani di kantornya, Diana (Bunga Citra Lestari), didukung oleh tata rias dan kostum yang hampir mustahil diaplikasikan di dunia nyata.
Film ini mengikuti kisah Diana, yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia bersama suaminya, Dika (Alex Abbad) yang sedang bekerja di sana. Untuk mengisi waktunya, Diana memutuskan untuk bekerja di sebuah kantor perusahaan bidang manufaktur. Kebetulan perusahaan itu dipimpin sesama orang Indonesia dan merupakan teman dekat Dika saat kuliah di Amerika Serikat.
Akan tetapi, Diana seakan belum siap bahwa sang pemimpin perusahaan yang hanya mau dipanggil Bossman itu ternyata menguji kesabarannya dengan berbagai kelakuan nyeleneh dan mengesalkan. Mulai dari pelit, pelupa, ngotot, sembarang bicara, suka pamer, tak mau disalahkan, sampai menyelewengkan aturan negara. Seringkali Diana terjebak dalam konsekuensi kelakuan bosnya itu, karena jabatannya memang langsung di bawah si bos, dan sedikit banyak jadi andalan satu-satunya bagi sang bos.
Bagusnya, sekalipun ditampilkan dengan gaya komikal dan dilebih-lebihkan di beberapa titik—bahkan sampai tampilkan adegan musikal, film ini bisa menampilkan konflik-konflik yang masih believable dan bisa dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, karena hanya reaksi tokohnya yang berlebihan, bukan konfliknya.
Namun, bila diperhatikan, film ini seperti hanya berisi rangkaian fragmen tanpa ada sebuah garis cerita yang jadi perekatnya. Hal ini membuat film ini sempat tak terbaca arahnya ke mana, karena baik waktu, tempat, maupun event yang diangkat terbilang acak, tanpa pengikat untuk menjadi jalinan cerita yang utuh. Paling kentara adalah sebuah belokan dari karakter Bossman di bagian akhir film yang terasa tiba-tiba, karena belum sempat dibangun dalam adegan-adegan sebelumnya, seakan fragmen ini dipaksakan ada supaya filmnya bisa segera dituntaskan.
Pada akhirnya, dalam kapasitasnya sebagai sebuah film hiburan, My Stupid Boss mampu menunaikannya. Kalaupun masih terganjal pada lemahnya cerita atau lawakannya yang mungkin tak selalu bisa kena ke semua selera, film ini masih mampu menarik perhatian dari nilai produksi yang serius dan penampilan asyik para pemerannya.
feature films My Stupid Boss, manufactured Falcon Pictures with director Upi who also wrote the screenplay. Every figure shown was designed with the look and characteristics, in particular of the two main characters, Bossman (Reza Rahadian) and the administrative head of aliases head clerk in his office, Diana (Bunga Citra Lestari), supported by the makeup and costumes are almost impossible to apply in real life.
The film follows the story of Diana, who lives in Kuala Lumpur, Malaysia with her husband, Dika (Alex Abbad) who was working there. To fill the time, Diana decided to work in a corporate office in manufacturing. Incidentally the company was led by fellow Indonesian and is a close friend Dika while studying in the United States.
However, Diana seemed not ready that the leader companies that only want to be called Bossman it turned out to test his patience with a variety of eccentric and annoying behavior. Starting from stingy, forgetful, insistent, any speech, ostentatious, do not want to be blamed, to pervert the rule of the country. Diana often get caught up in the consequences of his boss's behavior, because his position is directly under the boss, and a little more so are the only one for the boss.
The good, even if displayed with the style of comic and exaggerated at some point-even to show scenes of the musical, the film can show the conflicts that still believable and can be linked with everyday events, because only the reaction of the characters are exaggerated and not conflict.
However, when considered, the film is like a fragment containing only the circuit without a story line that is so adhesive. This makes this film was unreadable him where to go, because a good time, place, or event that is raised somewhat random, without binder to be interwoven stories intact. Most noticeable is a turn of character Bossman at the end of the film that feels suddenly, as yet unbuilt in the scenes before, as these fragments there so that the film can be forced to be resolved.
In the end, in his capacity as an entertainment movie, My Stupid Boss is able to fulfill. Even still hampered by the weak stories or jokes that may not always be subject to all tastes, the film is still able to attract the attention of serious production values and the appearance of the characters fun.