Kamis, 12 Januari 2017

review my stupid boss jadi

film layar lebar My Stupid Boss, diproduksi Falcon Pictures bersama sutradara Upi yang juga menulis skenarionya. Setiap tokoh yang ditampilkan pun dirancang dengan tampilan dan karakteristik yang khas, khususnya dari dua tokoh utamanya, Bossman (Reza Rahadian) dan kepala administrasi alias kepala kerani di kantornya, Diana (Bunga Citra Lestari), didukung oleh tata rias dan kostum yang hampir mustahil diaplikasikan di dunia nyata.
Film ini mengikuti kisah Diana, yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia bersama suaminya, Dika (Alex Abbad) yang sedang bekerja di sana. Untuk mengisi waktunya, Diana memutuskan untuk bekerja di sebuah kantor perusahaan bidang manufaktur. Kebetulan perusahaan itu dipimpin sesama orang Indonesia dan merupakan teman dekat Dika saat kuliah di Amerika Serikat.
Akan tetapi, Diana seakan belum siap bahwa sang pemimpin perusahaan yang hanya mau dipanggil Bossman itu ternyata menguji kesabarannya dengan berbagai kelakuan nyeleneh dan mengesalkan. Mulai dari pelit, pelupa, ngotot, sembarang bicara, suka pamer, tak mau disalahkan, sampai menyelewengkan aturan negara. Seringkali Diana terjebak dalam konsekuensi kelakuan bosnya itu, karena jabatannya memang langsung di bawah si bos, dan sedikit banyak jadi andalan satu-satunya bagi sang bos.
Bagusnya, sekalipun ditampilkan dengan gaya komikal dan dilebih-lebihkan di beberapa titik—bahkan sampai tampilkan adegan musikal, film ini bisa menampilkan konflik-konflik yang masih believable dan bisa dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, karena hanya reaksi tokohnya yang berlebihan, bukan konfliknya.


Namun, bila diperhatikan, film ini seperti hanya berisi rangkaian fragmen tanpa ada sebuah garis cerita yang jadi perekatnya. Hal ini membuat film ini sempat tak terbaca arahnya ke mana, karena baik waktu, tempat, maupun event yang diangkat terbilang acak, tanpa pengikat untuk menjadi jalinan cerita yang utuh. Paling kentara adalah sebuah belokan dari karakter Bossman di bagian akhir film yang terasa tiba-tiba, karena belum sempat dibangun dalam adegan-adegan sebelumnya, seakan fragmen ini dipaksakan ada supaya filmnya bisa segera dituntaskan.
Pada akhirnya, dalam kapasitasnya sebagai sebuah film hiburan, My Stupid Boss mampu menunaikannya. Kalaupun masih terganjal pada lemahnya cerita atau lawakannya yang mungkin tak selalu bisa kena ke semua selera, film ini masih mampu menarik perhatian dari nilai produksi yang serius dan penampilan asyik para pemerannya.

feature films My Stupid Boss, manufactured Falcon Pictures with director Upi who also wrote the screenplay. Every figure shown was designed with the look and characteristics, in particular of the two main characters, Bossman (Reza Rahadian) and the administrative head of aliases head clerk in his office, Diana (Bunga Citra Lestari), supported by the makeup and costumes are almost impossible to apply in real life.
The film follows the story of Diana, who lives in Kuala Lumpur, Malaysia with her husband, Dika (Alex Abbad) who was working there. To fill the time, Diana decided to work in a corporate office in manufacturing. Incidentally the company was led by fellow Indonesian and is a close friend Dika while studying in the United States.
However, Diana seemed not ready that the leader companies that only want to be called Bossman it turned out to test his patience with a variety of eccentric and annoying behavior. Starting from stingy, forgetful, insistent, any speech, ostentatious, do not want to be blamed, to pervert the rule of the country. Diana often get caught up in the consequences of his boss's behavior, because his position is directly under the boss, and a little more so are the only one for the boss.
The good, even if displayed with the style of comic and exaggerated at some point-even to show scenes of the musical, the film can show the conflicts that still believable and can be linked with everyday events, because only the reaction of the characters are exaggerated and not conflict.


However, when considered, the film is like a fragment containing only the circuit without a story line that is so adhesive. This makes this film was unreadable him where to go, because a good time, place, or event that is raised somewhat random, without binder to be interwoven stories intact. Most noticeable is a turn of character Bossman at the end of the film that feels suddenly, as yet unbuilt in the scenes before, as these fragments there so that the film can be forced to be resolved.
In the end, in his capacity as an entertainment movie, My Stupid Boss is able to fulfill. Even still hampered by the weak stories or jokes that may not always be subject to all tastes, the film is still able to attract the attention of serious production values ​​and the appearance of the characters fun.

Kamis, 18 Agustus 2016

proyek penerapan nilai pancasila sila pertama

penerapan nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari
kata pengantar

bab 1 pendahuluan
I. Latar Belakang Masalah
Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Sehubungan dengan ditugaskannya kami pada mata pelajaran PKn untuk membuat sebuah proyek yang isinya adalah pengamalan nilai pancasila, maka kami membuat makalah yang isinya mengenai perencaan serta jurnal mengenai proyek yang kami laksanakan. Dalam membuat proyek ini, kami akan memilih sila pertama Pancasila untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan proyek kami dengan alasan bahwa kami sadar kami belum terbiasa untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk banyak orang.

Pada sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung makna adanya keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa , yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Kami ingin melatih diri untuk menjadi manusia yang taat dan bermanfaat, karena kami sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan juga ingin bisa membantu orang lain.
2.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah kami jelaskan maka timbul pertanyaan :
- Apa makna dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa?
- bagaimana pengamalan nilai sila Ketuhanan Yang Maha Esa?
3. tujuan
- untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran PKn
- untuk mengetahui apa makna dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa
- untuk mengetahui bagaimana cara menanamkan nilai pancasila sila ke satu.
4. manfaat
 - dapat mengetahui apa makna dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa
- dapat mengetahui bagaimana cara menanamkan nilai pancasila sila ke satu.
Bab 2
landasan teori
A. Arti Sila Ketuhanan yang Maha ESA

Sila pertama dari Pancasila Dasar Negara NKRI adalah Ketahuan Yang Maha Esa. Kalimat pada sila pertama ini tidak lain menggunakan istilah dalam bahasa Sansekerta ataupun bahasa Pali. Banyak diantara kita yang salah paham mengartikan makna dari sila pertama ini. Baik dari sekolah dasar sampai sekolah menengah umum kita diajarkan bahwa arti dari Ketahuan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Satu, atau Tuhan yang jumlahnya satu. Jika kita membahasnya dalam bahasa Sansekerta ataupun Pali, Ketahuan Yang Maha Esa bukanlah Tuhan yang bermakna satu.

Ketuhanan berasal dari kata tuhan yang diberi imbuhan berupa awalan ke- dan akhiran –an. Penggunaan awalan ke- dan akhiran –an pada suatu kata dapat merubah makna dari kata itu dan membentuk makna baru. Penambahan awalan ke- dan akhiran –andapat memberi makna perubahan menjadi antara lain: mengalami hal….sifat-sifat…

Kata ketuhanan yang beasal dari kata tuhan yang diberi imbuhan ke- dan –an bermakna sifat-sifat tuhan. Dengan kata lain ketuhanan berarti sifat-sifat tuhan atau sifat-sifat yang berhubungan dengan tuhan.

Kata Maha berasal dari bahasa Sansekerta atau Pali yang bisa berarti mulia atau besar( bukan dalam pengertian bentuk). Kata Maha bukan berarti sangat. Kata “esa” juga berasal dari bahasa Sansekerta atau Pali. Kata “esa” bukan berarti satu atau tunggal dalam jumlah. Kata “esa” berasal dari kata “etad” yang lebih mengacu pada pengertian keberadaan yang mutlak atau mengacu pada kata “ini” (this- Inggris). Sedangkan kata “satu” dalam pengertian jumlah dalam bahasa Sansekerta  atau bahasa Pali adalah kata “eka”. Jika yang dimaksud dalam sila pertama adalah jumlah Tuhan yang satu, maka kata yang seharusnya digunakan adalah “eka” bukan kata “esa”.

Dari penjelasan yang disampaikan di atas dapat dikesimpulan bahwa arti dari Ketahuan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan Yang jumlahnya satu. Tetapi sesungguhnya Ketahuan Yang Maha Esa

berarti  Sifat-sifat Luhur atau Mulia Tuhan yang mutlak harus ada. Jadi yang ditekankan pada sila pertama dari Pancasila ini adalah sifat-sifat luhur atau mulia, bukan Tuhannya.

B.     Makna sila Ketahuan Yang Maha Esa

Makna sila ini adalah

1)      Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-maisng menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

2)      Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

3)      Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing

4)      Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.

5)      Frasa Ketahuan Yang Maha Esa bukan berarti warga Indonesia harus memiliki agama monoteis namun frasa ini menekankanke-esaan dalam beragama.

6)      Mengandung makna adanya Causa Prima (sebab pertama) yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

7)      Menjamin peenduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.

8)      Negara memberi fasilitas bagi tumbuh kembangnya agama dan dan iman warga negara dan mediator ketika terjadi konflik agama.

9)      Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah menurut agama masing-masing.

Manusia sebagai makhluk yang ada di dunia ini seperti halnya makhluk lain diciptakan oleh penciptaannya. Pencipta itu adalah Causa Prima yang mempunyai hubungan dengan yang diciptakannya. Manusia sebagai makhluk yang dicipta wajib menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya. Dalam konteks bernegara, maka dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila, dengan sendirinya dijamin kebebasan memeluk agama masing-masing. Sehubungan dengan agama itu perintah dari Tuhan dan merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan oleh manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, maka untuk menjamin kebebasan tersebut di dalam alam Pancasila seperti kita alami sekarang ini tidak ada pemaksaan beragama, atau orang memeluk agama dalam suasana yang bebas, yang mandiri. Oleh karena itu dalam masyarakat Pancasila dengan sendirinya agama dijamin berkembang dan tumbuh subur dan konsekuensinya diwajibkan adanya toleransi beragama.

Jika ditilik secara historis, memang pemahaman kekuatan yang ada di luar diri manusia dan di luar alam yang ada ini atau adanya sesuatu yang bersifat adikodrati (di atas / di luar yang kodrat) dan yang transeden (yang mengatasi segala sesuatu) sudah dipahami oleh bangsa Indonesia sejak dahulu. Sejak zaman nenek moyang sudah dikenal paham animisme, dinamisme, sampai paham politheisme. Kekuatan ini terus saja berkembang di dunia sampai masuknya agama-agama Hindu, Budha, Islam, Nasrani ke Indonesia, sehingga kesadaran akan monotheisme di masyarakat Indonesia semakin kuat. Oleh karena itu tepatlah jika rumusan sila pertama Pancasila adalah Ketahuan Yang Maha Esa

Keberadaan Tuhan tidaklah disebabkan oleh keberadaban daripada makhluk hidup dan siapapun, sedangkan sebaliknya keberadaan dari makhluk dan siapapun justru disebabkan oleh adanya kehendak Tuhan. Karena itu Tuhan adalah Prima Causa yaitu sebagai penyebab pertama dan utama atas timbulnya sebab-sebab yang lain. Dengan demikian Ketahuan Yang Maha Esa mengandung makna adanya keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tunggal, yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Dan diantara makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berkaitan dengan sila ini adalah manusia. Sebagai Maha Pencipta, kekuasaan Tuhan tidaklah terbatas, sedangkan selainNya adalah terbatas.

Negara Indonesia didirikan atas landasan moral luhur, yaitu berdasarkan Ketahuan Yang Maha Esa yang sebagai konsekuensinya, maka negara menjamin kepada warga negara dan penduduknya untuk memeluk dan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, seperti pengertiannya trkandung dalam:

1. Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga, yang antara lain berbunyi:

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa….” dari bunyi kalimat ini membuktikan bahwa negara Indonesia bukan negara agama, yaitu negara yang didirikan atas landasan agama tertentu, melainkan sebagai negara yang didirikan atas landasan Pancasila atau negara Pancasila.

2. Pasal 29 UUD 1945

(1)   Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa

(2)   Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing  dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya

Oleh karena itu di dalam negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sikap atau perbuatan yang anti terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa, anti agama. Sedangkan sebaliknya dengan paham Ketuhanan Yang Maha Esa ini hendaknya diwujudkan kerukunan hidup beragama, kehidupan yang penuh toleransi dalam batas-batas yang diizinkan oleh atau menurut tuntutan agama masing-masing, agar terwujud ketentraman dan kesejukan di dalam kehidupan beragama .

Untuk senantiasa memelihara dan mewujudkan 3 model hidup yang meliputi:

Kerukunan hidup antar umat seagama
Kerukunan hidup antar umat beragama
Kerukunan hidup antar umat beragama dan Pemerintah
Tri kerukunan hidup tersebut merupakan salah satu faktor perekat kesatuan bangsa.

Di dalam memahami sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa, hendaknya para pemuka agama senantiasa berperan di depan dalam menganjurkan kepada pemeluk agama masing-masing untuk menaati norma-norma kehidupan beragama yang dianutnya.

Sila ke 1 Ketuhanan Yang Maha Esa ini menjadi sumber utama nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia, yang menjiwai dan mendasari serta membimbing perwujudan dan Sila II sampai dengan Sila V.

C. Pokok-pokok Yang Terkandung Dalam Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

1. Pernyataan pengakuan bangsa Indonesia pada adanya dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Pernyataan ini tidak saja dapat terbaca dalam Pembukaan UUD 1945 dimana perumusan Pancasila itu terdapat tetapi dijabarkan lagi dalam tubuh UUD 1945 itu sendiri pasal 29 ayat 1, yang berbunyi sebagai berikut :

“ Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa ”

Adanya pernyataan pengakuan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa secara yuridis constitutional ini, mewajibkan pemerintah/aparat Negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan  yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.

Dengan demikian dasar ini merupakan kunci dari keberhasilan bangsa Indonesia untuk menuju pada apa yang benarm baik dan adil. Dasar ini merupakan pengikat moril bagi pemerintah dalam menyelenggarakan tugas-tugas Negara, seperti memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.

2. Negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk beribadat

menurut agama dan kepercayaannya (pasal 29 ayat 2 UUD 1945).

Jaminan kemerdekaan beragama yang secara yuridis constitutional ini membawa konsekuensi pemerintah sebagai berikut:

Pemerintah wajib memberi dorongan dan kesempatan terhadap kehidupan keagamaan yang sehat.
Pemerintah memberi perlindungan dan jaminan bagi usaha-usaha penyebaran agama, baik penyebaran agama dalam arti kwalitatif maupun kwantitatif.
Pemerintah melarang adanya paksaan memeluk/meninggalkan suatu agama.
Pemerintah melarang kebebasan untuk tidak memilih agama.
Pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kehidupan beragama bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan sila-sila yang lain. Oleh karena itu kehidupan beragama harus dapat membawa persatuan dan kesatuan bangsa, harus dapat mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradap, harus dapat menyehatkan pertumbuhan demokrasi, sehingga membawa seluruh rakyat Indonesia menuju terwujudnya keadilan dan kemakmuran lahir dan batin. Dalam hal ini berarti bahwa sila pertama memberi pancaran keagamaan, memberi bimbingan pada pelaksanaan sila-sila yang lain.

3. Sebagai sarana untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa, maka asas kebebasan memelu agama ini harus diikuti dengan asas toleransi antar pemeluk agama, saling menghargai dan menghormati antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain dalam menjalankan ibadah menurut agama mereka masing-masing.

4. Kehidupan beragama tidak bisa dipisahkan sama sekali dari kehidupan duniawi/kemasyarakatan. Dua-duanya merupakan satu system sebagaimana satunya jiwa dan raga dalam kehidupan manusia. Agama sebagai alat untuk mengatur kehidupan di dunia, sehingga dapat mencapai kehidupan akhirat yang baik. Kehidupan beragama tidak bias lepas dari pembangunan masyarakat itu sendiri, bangsa dan Negara demi terwujudnya keadilan dan kemakmuran materiil maupun spiritual bagi rakyat Indonesia. Semakin kuat keyakinan dalam agama, semakin besar kesadaran tanggungjawabnya kepada Tuhan bangsa dan Negara, semakin besar pula kemungkinan terwujudnya kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi bangsa itu sendiri.

D. Pengamalan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Kita percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
Kita melaksanakan kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa itu menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap.
Kita harus membina adanya saling menghormati antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kita harus membina adanya saling kerjasama dan toleransi antara sesame pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kita mengakui bahwa hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa sebagai hak pribadi yang paling hakiki.
Kita mengakui tiap warga Negara bebas menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Kita tidak memaksakan agama dan kepercayaan kita kepada orang lain.

bab 3
pembahasan


A Proyek Kelompok
B Proyek Individu

Rabu, 14 Oktober 2015

PERPISAHAN
Oleh Fikriyah Intan Sakinah

Tak terbayang olehku
Waktu ini kan terjadi padaku
Tak terduga dalam benaku
Waktu kejam kan melanda jiwaku

Perpisahan ini kan meneteskan air mata
Dalam kesedihan di selimuti kegembiraan
Perpisahan ini kan mengukir kenangan
Dalam suka maupun duka

Bertahun lamanya kita bersama
Menggali bakat tuk kedepan
Perpisahan ini kan merindukan sesama
Perpisahan ini kan menumbuhkan kesadaran akan arti kebersamaan

Berpisah akhir pertemuan
Berpisah akhir kesenangan
Berpisah akhir kenangan
Berpisah tiada arti yang menyenangkan

Peluk eratlah semua orang disisimu
Peluk eratlah semua sahabat-sahabat tercintamu
Hingga kau teteskan air mata kerinduan
Hingga kau diam membisu

Karena ku tahu
Tak kan ada waktu lebih tuk kita
Tak kan berarti hidup ini tanpa ada pertemuan dan perpisahan
Cerpen Karangan: M. Fauzan
Lolos moderasi pada: 12 July 2015

Hari Penyesalan
 
Di hari itu tepatnya tanggal 21 oktober 2013 aku dan dani adik sepupu ku tengah asiknya bermain dan memikat burung kicau di kebun ku, aku merasa sangat bahagia dengannya hari itu entah kenapa kami selalu bergurau canda berlebihan, saking bahagianya dan lama kelamaan aku merasa ketakutan, hatiku selalu bertanya, “kenapa dani sangat riang hari ini, dan kenapa dia selalu tertawa seakan di hidupnya tidak ada beban?”.

Karena aku terlalu takut melihatnya begitu bahagia, maka akhirnya aku mencoba mengajak dani untuk pulang ke rumah, namun dani tidak mau, dia ingin bermain bersama ku hingga larut malam, karena sudah adzan maghrib berkumandang maka aku dan dani pun pulang ke rumah untuk mandi dan mengaji, setelah pulang mengaji dani pun kembali datang ke rumah ku untuk mengajak ku main, “hatiku mulai cemas” tanpa pikir panjang aku pun dengan asyiknya bercanda dengan dani di malam itu dan dani pun entah kenapa selalu tertawa dengan suka riang, tanpa kami sadari hari pun udah pukul 23:00 malam, dan kami pun pulang ke rumah masing masing.

Tepat jam 12 malam, ibuku tiba-tiba sakit keras dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit oleh ayah ku, malam itu aku tidak bisa tidur dan menangis di rumah, lama kelamaan akhirnya mata ku mulai merasakan ngantuk lama kelamaan aku tertidur lelap.

Keesokan harinya aku bangun dan langsung mengajak dani untuk ke rumah sakit menjenguk ibu ku di sana, dan tanpa pikir panjang dani pun langsung mau ikut dengan ku, kami pun bergegas mandi dan langsung berangkat ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit kami pun mulai bercanda girang dan dani selalu tertawa paling heboh, entah kenapa aku memikirkan kalau tingkah laku dani sebagai pertanda kalau akan terjadi sesuatu padanya, namun aku menghiraukan firasat ku itu.

Tanpa kami sadari hari sudah pukul 16:00 sore dan kami bergegas untuk pulang ke rumah, sebelum berangkat pulang, aku merasa ada yang ganjal di hatiku, aku perintahkan dani agar memakai helm yang aku pakai, namun dia tidak mau, tanpa pikir panjang aku pun berangkat pulang, tiba tiba di dalam perjalanan aku merasa kalau dunia ini sangat gelap sehingga aku tidak bisa melihat apapun dan akhirnya menyebabkan kami kecelakaan dan di kecelakaan itu dani terluka parah di kepalanya karena tidak memakai helm yang ku berikan.

setelah 1 jam dilarikan ke rumah sakit, dani pun menghembuskan nafas terakhirnya, dan aku pun merasa sangat bersalah dan menangis setiap hari sambil merenungkan kecerobohan ku terhadap tanda-tanda yang sering terlihat di depan ku, dan semenjak itu aku kurang yakin bila mengajak orang bepergian bersamaku dan aku sangat menyesal ya allah. ku harap allah mengampuni diriku dan semoga dani tenang di alam sana.

Cerpen Karangan: M. Fauzan

Senin, 12 Oktober 2015

ANTARA AKHLAK DAN CINTA
Cerpan Karya Suci 

Aku hanya duduk termenung dekat teras rumah,sebenarnya aku hanya heran terkadang orang yang ngga pacaran mesra layaknya seperti orang pacaran dan terkadang orang yang pacaran malah sebaliknya. Tak lama kemudian HP ku bunyi. Mungkin itu dari Reno, mantanku yang masih menjalin hubungan baik denganku, tapi hubungan kita sewajar orang sahabatan. Dia itu orangnya asyik,lucu,romantis,baik,dan sholeh. Bagi orang yang mata hatinya ngga buta kalau kenal Reno pasti udah kepelet tuh sama sikapnya. Bingung yaa.. dia baik dan aku baik nggak pernah ada masalah selama kita pacaran, tapi hubungan kita hanya bertahan satu tahun. Tapi aku hargain apa keputusannya walau awalnya berat karena kita udah mengenal satu sama lain, udah tau banget semuanya, tapi semua itu harus hilang gitu aja setelah dia bilang bahwa alasan dia mengakhiri hubungan ini adalah karena ada wanita lain. Huftt.. ya sudahlah lupakan.

Tapi,sms itu dari Syahrul "siska lagi apa?" kejedot apaan tuh kepalanya sampe dia bisa sms aku lagi, setelah sekian lama setelah putus gak pernah ada kontak-kontakan lagi sama dia. Aku balas seperti biasanya mengawali keakraban supaya gak ada rasa canggung gitu dan akhirnya kita bisa deket lagi layaknya seorang teman.

Beberapa hari berlalu aku dan Syahrul makin dekat saja seperti orang pacaran. Rasanya duniaku yang sepi sudah terisi olehnya, oleh cintanya lagi, lagi, dan lagi karena sewaktu kita pacaran selalu putus nyambung. "besok ada acara gak?" Tanya Syahrul waktu jam pelajaran olah raga. "sssttt nanti dimarahin" jawabku singkat, jelas saja karena kita lagi baris dan diberi intruksi oleh guru olah raga. "biarin aja,gimana ada acara gak? kita nonton yuk" berkali kali dia nanya tapi gak aku jawab. Benar saja dugaanku "Kalau guru sedang bicara seharusnya didengarkan bukan ikut bicara!!" marah Pak Aji sambil membentak dekat telinga Syahrul. "sekarang kamu lari sepuluh keliling lapangan ini!" "tapi pak.." bantah Syahrul "gak ada tapi-tapi cepat lari atau saya tambah lagi hukumannya" akhirnya mau ngga mau Syahrul lari sepuluh keliling. Gilaaa ajee sepuluh keliling di lapangan sekolah kami yang cukup luas,kasihan juga aku lihat Syahrul yang nampaknya sudah kecapekan. Akhirnya aku pergi ke kantin berniat untuk membelikan air minum dan huh seperti biasa mendapat ejekan dari Geng Cabecabean,itu Dina mantannya Syahrul sama Cs nya.

Setelah Syahrul selesai dihukum aku menghampirinya dan memberinya minum. "makasih ya sayaang" what?sayaang oh my god pertama kalinya lagi aku dipanggil sayang serasa melyang layang di atas lautan awan dan bruug jatuh dalam hatinya saat aku tahu sayangnya untukku itu masih ada. seiring berjalannya waktu kami semakin dekat dan dekat saja,perasaanku seneng banget tapi entah apa ada yang mengganjal di dalam hatiku ahh tapi aku tidak peduli.

Beberapa minggu kemudian,aku disibukkan mengurus adikku yng mau masuk SMP jadi bolak balik sana sini deh soalnya mamah sama papah sibuk banget. Waktu aku nganter adikku pendaftaran,sambil menunggu di luar tiba-tiba seorang pria mendekat dan duduk di sampingku " lagi nungguin adik ya" "hmm iya" jawabku singkat. "lebih cantik lagi kalau wanita itu berhijab" (sambil tersenyum kecil) 'apaan nih orang kenal juga engga udah ngatur hidup gua" pikirku kesal. "aku riki?" "aku Siska" pas aku tengok ganteng juga ini orang cara bicaranya lembut dan nampaknya kental agamanya. Karena sering bertemu, kami jadi teman yaa gitu deh dia banyak nasehatin. Hari berikutnya aku udah bebas ngurusin adikku 'yaahh gak ketemu ustadz ganteng lagi dong' kataku dalam hati.

Entah kenapa saat aku mengenal riki rasanya hati ini terasa sejuk mendengar ucapannya walau kadang kesal karena terkesan menggurui,apaa aku mulai sukaa yaa..emm ahh gak mungkin rasanya secepat itu "daaarrr" tiba-tiba saja aku dikagetkan oleh Syahrul huh sebel aku langsung cemberut "hahahaa kamu lucu ya say kalo lagi kaget" ihh aku kesal sekali lamunanku diganggu mana dia ngetawain aku lagi aduuhh mukaku kaya apa waktu ekspresi kaget. "ngelamunin apa sih?" "loh ko kamu kesini?" "hey kamu belum jawab pertanyaan aku,ngelamunin cowok lain yaa" tanyanya sinis. "engga ko sayaang aku cuma bingung mau kemana hari ini,ngga ada cowok lain lah kan cuma kamu" terpaksa aku bohong. "bener yaa.. tapi kok sampe gak kedengeran yah ada sms sama telepon dari aku padahal HP kamu disamping" Aku langsuk cek HP ya ampun keasyikan ngelamun sampe kayak dunia cuma sendirian aja. "ohh iyaa kok gak kedengeran yahh hehe" jawabku polos "yaudah gih cepet ganti baju kita nonton udah lama kan gak jalan" "hah ngedadak gini?nanti aku bilang apa sama mamah?" "yahh sayaang kok gitu sih aku kan jauh-juh dateng kesini masa mau nolak" (dengan muka sedih) uhh nyebelin banget sih nih orang maksa banget kalo pengen apa-apa sampe sering banget aku bohong sama orang tua,ampuni aku ya tuhaaann..

Seusai nonton kita makan "aku ke toilet dulu yahh" izin Syahrul aku hanya mengangguk sambil menunggu aku minum jus alpukat kesukaanku . "Assalamu'alaikum" aku langsung menoleh ke belakang "riki.." "tidak sopan dan kurang baik bagi wanita cantik seperti siska kalau tidak menjawab salam" "wa'alaikumsalam" tentu dengan senyumku yang manisku "Subhanallah,sendiri aja sis?" "emm engga aku smaa.." aku bingung mau jawab apa Syahrul kan bukan cuma temen pacar juga bukan "Syahrul"jawab riki dengan senyumnya lagi wajarlah dia bisa menebak aku sudah menceritakan panjang lebar waktu itu mengenai Syahrul "Syahrul itu pacar kamu?" "bukan kan aku udah cerita" Dia hanya tersenyum "kenapa?" tanyaku penasaran. "Tidak apa,tapi sebaiknya tidak baik berduaan dengan pria kalau niatnya kurang baik" "loh kan aku cuma nonton kurang baik gimana?" "Tapi apakah baik sambil berpegangan tangan?berpandangan mata?seperti layaknya berpacaran" "bukan boleh berpacaran, tapi walaupun dunia berubah kenapa akhlak kita harus berubah juga coba pikirkan" hmm iya sih padahal aku ngerti agama kok gak bisa ngejalaninnya yaa pake jilbab juga semaunya seperti mempermainkan

Setelah pulang nonton,kok aku jadi mikirin kata-kata riki yah aduuhh hatiku dilema banget ."bukaa facebook ahh udah lama gak buka" aku lihat pesan dari Reno 'suci,aku ingin kamu jadi pendamping hidupku kelak dengan menerima segala kekuranganmu,aku merasa bahgia walau kini aku tidak bisa dekat denganmu dan aku akan lebih bahagia jika kamu bahagia memilih pasangan hidupmu yang menurutmu baik,tapi maff kalau aku perhatikan Syahrul bukan lelaki yg baik untukmu" kok aneh ya dia tiba-tiba nge chat aku gitu 'maksudnya gak baik gimana?' 'kalau lelaki yang baik itu pasti tidak membawa kamu ke dalam arus yang negatif apalagi sampai menjauhkanmu dari solehah,tidak mengajarimu berbohong juga tidak mengajakmu pacaran melainkan hanya menyimpanmu dalam hatinya dan akan menkhitbahmu kelak" Aku langsung terpikirkan selama ini aku banyak salah sampai melupakan semuanya aku baru sadar Syahrul menjerumuskanku dalam pergaulan yang gak bener bikin aku selalu bohong sama orang tua dan kita pacaran yang gak sehat gak wajar yaa mungkin terbawa jaman

Teleponku bunyi ,hmm Syahrul kok aku jadi bingung yaa mau angkat apa engga ,akhirnya aku angkat "hey sayaang lagi ngapain?" "diem"jawabku seperlunya "say kok jutek gitu sih" "ngga kok" "kamu ini kenapa sih jadi berubah gini kesmbet apaan kamu" "aku cuma pengen kita temenan biasa kayak aku sama temen temen aku yang lain gak kayak gini kayak orang pacaran "kamu kenapa sih,udah lama kita ngejalanin gini baru kali ini kamu gini,siapa yang udah nyuci otak kamu hah?!" "kamu yang udah nyuci otak aku harusnya kamu sadar jangan samain sayang dan hawa nafsu kalau memang kamu bener bener sayang kamu gak bakalan ngejerumusin aku ke yang gak bener sekarang aku pengen kita biasa biasa aja dan kalu kamu gak terima terserah! cari cewe lain yang bisa nurutin semua kemauan kamu" aku langsung matikan teleponnya dan air mata ini jatuh aku menangis tak henti-hentinya entah apa yang kutangisi entah apa yang kusesali hatiku masih diselimuti kebimbangan apa ada yang akan menyayangiku?apa nanti aku meras kesepian?apa aku akan kehilngan Syahrull ohh tuhaann rumit sekali hidup ini.

Tapi aku mantap dengan hati ini kenapa meski takut aku punya Allah yang selalu ada aku punya dua sahabat, reno dia yang akan selalu menemani dan menjagaku,Riki dia yang akan mengingatkan dan mengajariku ke jalan yang benar. Aku akan mulai semua dari awal aku tak perlu takut semuanya sudah Tuhan yang mengatur .
Aku memulainya dengan sholat dan membaca kitab suci al qur'an stelah sekian lama aku tak menyentuhnya entah kapan terakhir aku melakukan dan membacanya,ohh tuhaan ampuni hambaku ini