PERPISAHAN
Oleh Fikriyah Intan Sakinah
Tak terbayang olehku
Waktu ini kan terjadi padaku
Tak terduga dalam benaku
Waktu kejam kan melanda jiwaku
Perpisahan ini kan meneteskan air mata
Dalam kesedihan di selimuti kegembiraan
Perpisahan ini kan mengukir kenangan
Dalam suka maupun duka
Bertahun lamanya kita bersama
Menggali bakat tuk kedepan
Perpisahan ini kan merindukan sesama
Perpisahan ini kan menumbuhkan kesadaran akan arti kebersamaan
Berpisah akhir pertemuan
Berpisah akhir kesenangan
Berpisah akhir kenangan
Berpisah tiada arti yang menyenangkan
Peluk eratlah semua orang disisimu
Peluk eratlah semua sahabat-sahabat tercintamu
Hingga kau teteskan air mata kerinduan
Hingga kau diam membisu
Karena ku tahu
Tak kan ada waktu lebih tuk kita
Tak kan berarti hidup ini tanpa ada pertemuan dan perpisahan
Rabu, 14 Oktober 2015
Cerpen Karangan: M. Fauzan
Lolos moderasi pada: 12 July 2015
Hari Penyesalan
Di hari itu tepatnya tanggal 21 oktober 2013 aku dan dani adik sepupu ku tengah asiknya bermain dan memikat burung kicau di kebun ku, aku merasa sangat bahagia dengannya hari itu entah kenapa kami selalu bergurau canda berlebihan, saking bahagianya dan lama kelamaan aku merasa ketakutan, hatiku selalu bertanya, “kenapa dani sangat riang hari ini, dan kenapa dia selalu tertawa seakan di hidupnya tidak ada beban?”.
Karena aku terlalu takut melihatnya begitu bahagia, maka akhirnya aku mencoba mengajak dani untuk pulang ke rumah, namun dani tidak mau, dia ingin bermain bersama ku hingga larut malam, karena sudah adzan maghrib berkumandang maka aku dan dani pun pulang ke rumah untuk mandi dan mengaji, setelah pulang mengaji dani pun kembali datang ke rumah ku untuk mengajak ku main, “hatiku mulai cemas” tanpa pikir panjang aku pun dengan asyiknya bercanda dengan dani di malam itu dan dani pun entah kenapa selalu tertawa dengan suka riang, tanpa kami sadari hari pun udah pukul 23:00 malam, dan kami pun pulang ke rumah masing masing.
Tepat jam 12 malam, ibuku tiba-tiba sakit keras dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit oleh ayah ku, malam itu aku tidak bisa tidur dan menangis di rumah, lama kelamaan akhirnya mata ku mulai merasakan ngantuk lama kelamaan aku tertidur lelap.
Keesokan harinya aku bangun dan langsung mengajak dani untuk ke rumah sakit menjenguk ibu ku di sana, dan tanpa pikir panjang dani pun langsung mau ikut dengan ku, kami pun bergegas mandi dan langsung berangkat ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit kami pun mulai bercanda girang dan dani selalu tertawa paling heboh, entah kenapa aku memikirkan kalau tingkah laku dani sebagai pertanda kalau akan terjadi sesuatu padanya, namun aku menghiraukan firasat ku itu.
Tanpa kami sadari hari sudah pukul 16:00 sore dan kami bergegas untuk pulang ke rumah, sebelum berangkat pulang, aku merasa ada yang ganjal di hatiku, aku perintahkan dani agar memakai helm yang aku pakai, namun dia tidak mau, tanpa pikir panjang aku pun berangkat pulang, tiba tiba di dalam perjalanan aku merasa kalau dunia ini sangat gelap sehingga aku tidak bisa melihat apapun dan akhirnya menyebabkan kami kecelakaan dan di kecelakaan itu dani terluka parah di kepalanya karena tidak memakai helm yang ku berikan.
setelah 1 jam dilarikan ke rumah sakit, dani pun menghembuskan nafas terakhirnya, dan aku pun merasa sangat bersalah dan menangis setiap hari sambil merenungkan kecerobohan ku terhadap tanda-tanda yang sering terlihat di depan ku, dan semenjak itu aku kurang yakin bila mengajak orang bepergian bersamaku dan aku sangat menyesal ya allah. ku harap allah mengampuni diriku dan semoga dani tenang di alam sana.
Cerpen Karangan: M. Fauzan
Lolos moderasi pada: 12 July 2015
Hari Penyesalan
Di hari itu tepatnya tanggal 21 oktober 2013 aku dan dani adik sepupu ku tengah asiknya bermain dan memikat burung kicau di kebun ku, aku merasa sangat bahagia dengannya hari itu entah kenapa kami selalu bergurau canda berlebihan, saking bahagianya dan lama kelamaan aku merasa ketakutan, hatiku selalu bertanya, “kenapa dani sangat riang hari ini, dan kenapa dia selalu tertawa seakan di hidupnya tidak ada beban?”.
Karena aku terlalu takut melihatnya begitu bahagia, maka akhirnya aku mencoba mengajak dani untuk pulang ke rumah, namun dani tidak mau, dia ingin bermain bersama ku hingga larut malam, karena sudah adzan maghrib berkumandang maka aku dan dani pun pulang ke rumah untuk mandi dan mengaji, setelah pulang mengaji dani pun kembali datang ke rumah ku untuk mengajak ku main, “hatiku mulai cemas” tanpa pikir panjang aku pun dengan asyiknya bercanda dengan dani di malam itu dan dani pun entah kenapa selalu tertawa dengan suka riang, tanpa kami sadari hari pun udah pukul 23:00 malam, dan kami pun pulang ke rumah masing masing.
Tepat jam 12 malam, ibuku tiba-tiba sakit keras dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit oleh ayah ku, malam itu aku tidak bisa tidur dan menangis di rumah, lama kelamaan akhirnya mata ku mulai merasakan ngantuk lama kelamaan aku tertidur lelap.
Keesokan harinya aku bangun dan langsung mengajak dani untuk ke rumah sakit menjenguk ibu ku di sana, dan tanpa pikir panjang dani pun langsung mau ikut dengan ku, kami pun bergegas mandi dan langsung berangkat ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit kami pun mulai bercanda girang dan dani selalu tertawa paling heboh, entah kenapa aku memikirkan kalau tingkah laku dani sebagai pertanda kalau akan terjadi sesuatu padanya, namun aku menghiraukan firasat ku itu.
Tanpa kami sadari hari sudah pukul 16:00 sore dan kami bergegas untuk pulang ke rumah, sebelum berangkat pulang, aku merasa ada yang ganjal di hatiku, aku perintahkan dani agar memakai helm yang aku pakai, namun dia tidak mau, tanpa pikir panjang aku pun berangkat pulang, tiba tiba di dalam perjalanan aku merasa kalau dunia ini sangat gelap sehingga aku tidak bisa melihat apapun dan akhirnya menyebabkan kami kecelakaan dan di kecelakaan itu dani terluka parah di kepalanya karena tidak memakai helm yang ku berikan.
setelah 1 jam dilarikan ke rumah sakit, dani pun menghembuskan nafas terakhirnya, dan aku pun merasa sangat bersalah dan menangis setiap hari sambil merenungkan kecerobohan ku terhadap tanda-tanda yang sering terlihat di depan ku, dan semenjak itu aku kurang yakin bila mengajak orang bepergian bersamaku dan aku sangat menyesal ya allah. ku harap allah mengampuni diriku dan semoga dani tenang di alam sana.
Cerpen Karangan: M. Fauzan
Senin, 12 Oktober 2015
ANTARA AKHLAK DAN CINTA
Cerpan Karya Suci
Aku hanya duduk termenung dekat teras rumah,sebenarnya aku hanya heran terkadang orang yang ngga pacaran mesra layaknya seperti orang pacaran dan terkadang orang yang pacaran malah sebaliknya. Tak lama kemudian HP ku bunyi. Mungkin itu dari Reno, mantanku yang masih menjalin hubungan baik denganku, tapi hubungan kita sewajar orang sahabatan. Dia itu orangnya asyik,lucu,romantis,baik,dan sholeh. Bagi orang yang mata hatinya ngga buta kalau kenal Reno pasti udah kepelet tuh sama sikapnya. Bingung yaa.. dia baik dan aku baik nggak pernah ada masalah selama kita pacaran, tapi hubungan kita hanya bertahan satu tahun. Tapi aku hargain apa keputusannya walau awalnya berat karena kita udah mengenal satu sama lain, udah tau banget semuanya, tapi semua itu harus hilang gitu aja setelah dia bilang bahwa alasan dia mengakhiri hubungan ini adalah karena ada wanita lain. Huftt.. ya sudahlah lupakan.
Tapi,sms itu dari Syahrul "siska lagi apa?" kejedot apaan tuh kepalanya sampe dia bisa sms aku lagi, setelah sekian lama setelah putus gak pernah ada kontak-kontakan lagi sama dia. Aku balas seperti biasanya mengawali keakraban supaya gak ada rasa canggung gitu dan akhirnya kita bisa deket lagi layaknya seorang teman.
Beberapa hari berlalu aku dan Syahrul makin dekat saja seperti orang pacaran. Rasanya duniaku yang sepi sudah terisi olehnya, oleh cintanya lagi, lagi, dan lagi karena sewaktu kita pacaran selalu putus nyambung. "besok ada acara gak?" Tanya Syahrul waktu jam pelajaran olah raga. "sssttt nanti dimarahin" jawabku singkat, jelas saja karena kita lagi baris dan diberi intruksi oleh guru olah raga. "biarin aja,gimana ada acara gak? kita nonton yuk" berkali kali dia nanya tapi gak aku jawab. Benar saja dugaanku "Kalau guru sedang bicara seharusnya didengarkan bukan ikut bicara!!" marah Pak Aji sambil membentak dekat telinga Syahrul. "sekarang kamu lari sepuluh keliling lapangan ini!" "tapi pak.." bantah Syahrul "gak ada tapi-tapi cepat lari atau saya tambah lagi hukumannya" akhirnya mau ngga mau Syahrul lari sepuluh keliling. Gilaaa ajee sepuluh keliling di lapangan sekolah kami yang cukup luas,kasihan juga aku lihat Syahrul yang nampaknya sudah kecapekan. Akhirnya aku pergi ke kantin berniat untuk membelikan air minum dan huh seperti biasa mendapat ejekan dari Geng Cabecabean,itu Dina mantannya Syahrul sama Cs nya.
Setelah Syahrul selesai dihukum aku menghampirinya dan memberinya minum. "makasih ya sayaang" what?sayaang oh my god pertama kalinya lagi aku dipanggil sayang serasa melyang layang di atas lautan awan dan bruug jatuh dalam hatinya saat aku tahu sayangnya untukku itu masih ada. seiring berjalannya waktu kami semakin dekat dan dekat saja,perasaanku seneng banget tapi entah apa ada yang mengganjal di dalam hatiku ahh tapi aku tidak peduli.
Beberapa minggu kemudian,aku disibukkan mengurus adikku yng mau masuk SMP jadi bolak balik sana sini deh soalnya mamah sama papah sibuk banget. Waktu aku nganter adikku pendaftaran,sambil menunggu di luar tiba-tiba seorang pria mendekat dan duduk di sampingku " lagi nungguin adik ya" "hmm iya" jawabku singkat. "lebih cantik lagi kalau wanita itu berhijab" (sambil tersenyum kecil) 'apaan nih orang kenal juga engga udah ngatur hidup gua" pikirku kesal. "aku riki?" "aku Siska" pas aku tengok ganteng juga ini orang cara bicaranya lembut dan nampaknya kental agamanya. Karena sering bertemu, kami jadi teman yaa gitu deh dia banyak nasehatin. Hari berikutnya aku udah bebas ngurusin adikku 'yaahh gak ketemu ustadz ganteng lagi dong' kataku dalam hati.
Entah kenapa saat aku mengenal riki rasanya hati ini terasa sejuk mendengar ucapannya walau kadang kesal karena terkesan menggurui,apaa aku mulai sukaa yaa..emm ahh gak mungkin rasanya secepat itu "daaarrr" tiba-tiba saja aku dikagetkan oleh Syahrul huh sebel aku langsung cemberut "hahahaa kamu lucu ya say kalo lagi kaget" ihh aku kesal sekali lamunanku diganggu mana dia ngetawain aku lagi aduuhh mukaku kaya apa waktu ekspresi kaget. "ngelamunin apa sih?" "loh ko kamu kesini?" "hey kamu belum jawab pertanyaan aku,ngelamunin cowok lain yaa" tanyanya sinis. "engga ko sayaang aku cuma bingung mau kemana hari ini,ngga ada cowok lain lah kan cuma kamu" terpaksa aku bohong. "bener yaa.. tapi kok sampe gak kedengeran yah ada sms sama telepon dari aku padahal HP kamu disamping" Aku langsuk cek HP ya ampun keasyikan ngelamun sampe kayak dunia cuma sendirian aja. "ohh iyaa kok gak kedengeran yahh hehe" jawabku polos "yaudah gih cepet ganti baju kita nonton udah lama kan gak jalan" "hah ngedadak gini?nanti aku bilang apa sama mamah?" "yahh sayaang kok gitu sih aku kan jauh-juh dateng kesini masa mau nolak" (dengan muka sedih) uhh nyebelin banget sih nih orang maksa banget kalo pengen apa-apa sampe sering banget aku bohong sama orang tua,ampuni aku ya tuhaaann..
Seusai nonton kita makan "aku ke toilet dulu yahh" izin Syahrul aku hanya mengangguk sambil menunggu aku minum jus alpukat kesukaanku . "Assalamu'alaikum" aku langsung menoleh ke belakang "riki.." "tidak sopan dan kurang baik bagi wanita cantik seperti siska kalau tidak menjawab salam" "wa'alaikumsalam" tentu dengan senyumku yang manisku "Subhanallah,sendiri aja sis?" "emm engga aku smaa.." aku bingung mau jawab apa Syahrul kan bukan cuma temen pacar juga bukan "Syahrul"jawab riki dengan senyumnya lagi wajarlah dia bisa menebak aku sudah menceritakan panjang lebar waktu itu mengenai Syahrul "Syahrul itu pacar kamu?" "bukan kan aku udah cerita" Dia hanya tersenyum "kenapa?" tanyaku penasaran. "Tidak apa,tapi sebaiknya tidak baik berduaan dengan pria kalau niatnya kurang baik" "loh kan aku cuma nonton kurang baik gimana?" "Tapi apakah baik sambil berpegangan tangan?berpandangan mata?seperti layaknya berpacaran" "bukan boleh berpacaran, tapi walaupun dunia berubah kenapa akhlak kita harus berubah juga coba pikirkan" hmm iya sih padahal aku ngerti agama kok gak bisa ngejalaninnya yaa pake jilbab juga semaunya seperti mempermainkan
Setelah pulang nonton,kok aku jadi mikirin kata-kata riki yah aduuhh hatiku dilema banget ."bukaa facebook ahh udah lama gak buka" aku lihat pesan dari Reno 'suci,aku ingin kamu jadi pendamping hidupku kelak dengan menerima segala kekuranganmu,aku merasa bahgia walau kini aku tidak bisa dekat denganmu dan aku akan lebih bahagia jika kamu bahagia memilih pasangan hidupmu yang menurutmu baik,tapi maff kalau aku perhatikan Syahrul bukan lelaki yg baik untukmu" kok aneh ya dia tiba-tiba nge chat aku gitu 'maksudnya gak baik gimana?' 'kalau lelaki yang baik itu pasti tidak membawa kamu ke dalam arus yang negatif apalagi sampai menjauhkanmu dari solehah,tidak mengajarimu berbohong juga tidak mengajakmu pacaran melainkan hanya menyimpanmu dalam hatinya dan akan menkhitbahmu kelak" Aku langsung terpikirkan selama ini aku banyak salah sampai melupakan semuanya aku baru sadar Syahrul menjerumuskanku dalam pergaulan yang gak bener bikin aku selalu bohong sama orang tua dan kita pacaran yang gak sehat gak wajar yaa mungkin terbawa jaman
Teleponku bunyi ,hmm Syahrul kok aku jadi bingung yaa mau angkat apa engga ,akhirnya aku angkat "hey sayaang lagi ngapain?" "diem"jawabku seperlunya "say kok jutek gitu sih" "ngga kok" "kamu ini kenapa sih jadi berubah gini kesmbet apaan kamu" "aku cuma pengen kita temenan biasa kayak aku sama temen temen aku yang lain gak kayak gini kayak orang pacaran "kamu kenapa sih,udah lama kita ngejalanin gini baru kali ini kamu gini,siapa yang udah nyuci otak kamu hah?!" "kamu yang udah nyuci otak aku harusnya kamu sadar jangan samain sayang dan hawa nafsu kalau memang kamu bener bener sayang kamu gak bakalan ngejerumusin aku ke yang gak bener sekarang aku pengen kita biasa biasa aja dan kalu kamu gak terima terserah! cari cewe lain yang bisa nurutin semua kemauan kamu" aku langsung matikan teleponnya dan air mata ini jatuh aku menangis tak henti-hentinya entah apa yang kutangisi entah apa yang kusesali hatiku masih diselimuti kebimbangan apa ada yang akan menyayangiku?apa nanti aku meras kesepian?apa aku akan kehilngan Syahrull ohh tuhaann rumit sekali hidup ini.
Tapi aku mantap dengan hati ini kenapa meski takut aku punya Allah yang selalu ada aku punya dua sahabat, reno dia yang akan selalu menemani dan menjagaku,Riki dia yang akan mengingatkan dan mengajariku ke jalan yang benar. Aku akan mulai semua dari awal aku tak perlu takut semuanya sudah Tuhan yang mengatur .
Aku memulainya dengan sholat dan membaca kitab suci al qur'an stelah sekian lama aku tak menyentuhnya entah kapan terakhir aku melakukan dan membacanya,ohh tuhaan ampuni hambaku ini
Langganan:
Postingan (Atom)