Rabu, 14 Oktober 2015

Cerpen Karangan: M. Fauzan
Lolos moderasi pada: 12 July 2015

Hari Penyesalan
 
Di hari itu tepatnya tanggal 21 oktober 2013 aku dan dani adik sepupu ku tengah asiknya bermain dan memikat burung kicau di kebun ku, aku merasa sangat bahagia dengannya hari itu entah kenapa kami selalu bergurau canda berlebihan, saking bahagianya dan lama kelamaan aku merasa ketakutan, hatiku selalu bertanya, “kenapa dani sangat riang hari ini, dan kenapa dia selalu tertawa seakan di hidupnya tidak ada beban?”.

Karena aku terlalu takut melihatnya begitu bahagia, maka akhirnya aku mencoba mengajak dani untuk pulang ke rumah, namun dani tidak mau, dia ingin bermain bersama ku hingga larut malam, karena sudah adzan maghrib berkumandang maka aku dan dani pun pulang ke rumah untuk mandi dan mengaji, setelah pulang mengaji dani pun kembali datang ke rumah ku untuk mengajak ku main, “hatiku mulai cemas” tanpa pikir panjang aku pun dengan asyiknya bercanda dengan dani di malam itu dan dani pun entah kenapa selalu tertawa dengan suka riang, tanpa kami sadari hari pun udah pukul 23:00 malam, dan kami pun pulang ke rumah masing masing.

Tepat jam 12 malam, ibuku tiba-tiba sakit keras dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit oleh ayah ku, malam itu aku tidak bisa tidur dan menangis di rumah, lama kelamaan akhirnya mata ku mulai merasakan ngantuk lama kelamaan aku tertidur lelap.

Keesokan harinya aku bangun dan langsung mengajak dani untuk ke rumah sakit menjenguk ibu ku di sana, dan tanpa pikir panjang dani pun langsung mau ikut dengan ku, kami pun bergegas mandi dan langsung berangkat ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit kami pun mulai bercanda girang dan dani selalu tertawa paling heboh, entah kenapa aku memikirkan kalau tingkah laku dani sebagai pertanda kalau akan terjadi sesuatu padanya, namun aku menghiraukan firasat ku itu.

Tanpa kami sadari hari sudah pukul 16:00 sore dan kami bergegas untuk pulang ke rumah, sebelum berangkat pulang, aku merasa ada yang ganjal di hatiku, aku perintahkan dani agar memakai helm yang aku pakai, namun dia tidak mau, tanpa pikir panjang aku pun berangkat pulang, tiba tiba di dalam perjalanan aku merasa kalau dunia ini sangat gelap sehingga aku tidak bisa melihat apapun dan akhirnya menyebabkan kami kecelakaan dan di kecelakaan itu dani terluka parah di kepalanya karena tidak memakai helm yang ku berikan.

setelah 1 jam dilarikan ke rumah sakit, dani pun menghembuskan nafas terakhirnya, dan aku pun merasa sangat bersalah dan menangis setiap hari sambil merenungkan kecerobohan ku terhadap tanda-tanda yang sering terlihat di depan ku, dan semenjak itu aku kurang yakin bila mengajak orang bepergian bersamaku dan aku sangat menyesal ya allah. ku harap allah mengampuni diriku dan semoga dani tenang di alam sana.

Cerpen Karangan: M. Fauzan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar